Bima Dikepung Bencana Hidrometeorologi: Satu Warga Hanyut, Tiga Kecamatan Terdampak Banjir dan Longsor

banner 468x60

Bima, Tambora.Id– Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang memicu rentetan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bima, Kamis (12/2/2026). Banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan menerjang tiga kecamatan, yakni Woha, Soromandi, dan Lambu, hingga mengakibatkan satu orang warga dilaporkan hilang terseret arus.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 22.00 WITA, hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.33 WITA menjadi pemicu utama meningkatnya debit air sungai dan pergeseran tanah.

banner 336x280

Kejadian paling menonjol terjadi di Kecamatan Lambu. Seorang warga bernama Weli (66), warga RT 01 Desa Hidirasa, dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Dam Raba Ncoha sekitar pukul 17.00 WITA saat hendak menyeberang.

“Korban terseret arus sungai yang meningkat drastis hingga ketinggian 2-6 meter,”  ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M Nurul Huda.

Banjir di wilayah Soromandi dan Lambu diperparah oleh buruknya sistem drainase yang tidak mampu menahan debit air akibat sumbatan sampah. Di Desa Simpasai, pemukiman warga terendam hingga ketinggian 60 cm, memaksa warga melakukan pembersihan lumpur secara mandiri setelah air berangsur surut pada malam hari.

Huda menjelaskan, BPBD Kabupaten Bima telah menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi lintas sektoral. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan tanggap darurat, logistik, dan peralatan (Logpal).

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Segera lapor ke BPBD, kantor camat, atau babinsa setempat jika terjadi kenaikan debit air atau pergerakan tanah,” imbaunya.

Saat ini, pendataan terhadap kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur umum masih terus dilakukan oleh dinas terkait.

banner 336x280